Computed Tomography (CT) pada prinsipnya adalah sebuah metode untuk memperoleh dan merekonstruksi citra secara cross section dari sebuah objek (tubuh). Metode ini berbeda dengan proyeksi citra X-ray konventional, dimana hasil CT menampilkan citra potongan irisan (slice) dari obyek sehingga tidak menampilkan citra yang saling tumpang tindih atau superposisi. Perbedaan berikutnya CT mampu menampilkan citra yang berasal intensitas sinar-X transmisi dengan tingkat perbedaan koefisien attenuasi linier (μ) yang rendah hampir 0,25 – 0,5 %, sedangkan citra X-ray konventional tingkat perbedaan intensitas sinar-X transmisi hanya 10%.(2)

Prinsip dasar citra CT Scan adalah hasil olahan data pengukuran nilai perlemahan sinar-X yang menembus bidang tubuh yang melewati objek dengan nilai koefisien attenuasi linier (μ) dan ketebalan yang berbeda-beda. Teknologi ini menggunakan data-data ini untuk merekonstruksi data digital dari cross section tubuh, dengan masing-masing image pixel mewakili nilai pengukuran rata-rata koefisien attenuasi linier (μ) dari unsur voxel dengan ketebalan irisannya.

Transmisi sinar-X dilakukan ketika  tabung sinar-X memutari dan menyinari obyek yang selanjutnya detektor yang berhadapan dengan tabung sinar-X menangkap sinar-X yang telah menembus obyek tersebut. Pada saat yang bersamaan detektor referensi menangkap sinar-X yang langsung dari sumber. Berkas sinar-X tersebut diubah oleh detektor menjadi sinyal listrik dan sinyal listrik ini kembali diubah oleh ADC  (Analog to Digital Converter ) menjadi data digital dan selanjutnya dikirim ke komputer untuk diolah dan direkontruksi dengan penerapan prinsip matematika atau yang lebih dikenal dengan rekontruksi algorithma. Setelah proses selesai maka data yang telah diperoleh berupa data digital diubah kembali menjadi data analog dan ditampilkan di monitor berupa gambar anatomis irisan obyek.(2)  Berikut basic skema pencitraan CT Scan :
Basic skema pencitraan CT Scanning
Basic skema pencitraan CT Scanning
Pesawat CT Scan terdiri dari beberapa komponen utama. Berikut adalah bagian-bagia komponen pesawat CT Scan :

1.     Meja Pemeriksaan
Meja pemeriksaan merupakan tempat pasien diposisikan untuk dilakukannya pemeriksaan CT-Scan. Bentuknya kurva dan terbuat dari Carbon Graphite Fiber. Setiap scanning satu slice selesai, maka meja pemeriksaan akan bergeser sesuai ketebalan potongan irian (slice thickness). Meja pemeriksaan terletak di pertengahan gantry dengan posisi horizontal dan dapat digerakkan ke beberapa arah yaitu maju, mundur, naik dan turun dengan cara menekan tombol yang bertanda yang terdapat pada gantry.

2.    Gantry
Gantry merupakan komponen pesawat CT-Scan yang di dalamnya terdapat tabung  sinar-X, filter, detektor, DAS ( Data Acquisition System ). Serta lampu indikator untuk sentrasi. Pada gantry ini juga dilengkapi dengan indikator data digital yang memberi informasi tentang ketinggian meja pemeriksaan, posisi obyek dan kemiringan gantry. Pada pertengahan gantry diletakkan pasien. Tabung sinar-x dan detektor yang letaknya selalu berhadapan  dalam gantry akan berputar mengelilingi objek yang akan dilakukan scanning. Di dalam gantry terdapat :
    1). Tabung sinar-x, berfungsi sebagai pembangkit sinar-X yang bekerja dengan  pada tegangan tinggi   diatas 100 kV, ukuran focal spot kecil 1-10 mm, tahan terhadap goncangan.
    2). Kolimator pada pesawat CT-Scan, umumnya terdapat dua buah kolimator, yaitu:
          a). Kolimator pada tabung sinar-X
                Pada tabung sinar-x fungsinya untuk mengurangi dosis radiasi, sebagai pembatas luas lapangan   penyinaran dan mengurangi bayangan penumbra dengan adanya focal spot kecil.
          b). Kolimator pada detektor
Fungsinya untuk pengarah radiasi menuju ke detektor, pengontrol radiasi hambur dan menentukan ketebalan lapisan ( slice thickness).
    3).   Detektor dan DAS ( Data Acqusition system )
Setelah sinar-x menembus objek, maka akan diterima oleh detector yang selanjutnya akan dilakukan proses pengolahan data oleh DAS. Adapun fungsi detector dan DAS secara garis besar adalah: untuk menangkap sinar-x yang telah menembus obyek, mengubah sinar-x dalam bentuk cahaya tampak, kemudian mengubah cahaya tampak tersebut menjadi sinyal-sinyal electron, lalu kemudian menguatkan sinyal-sinyal electron tersebut dan mengubah sinyal electron tersebut kedalam bentuk data digital.

Semoga bermanfaat ...!!!

0 comments:

Post a Comment

 
Top