Proses Produksi BLP


Hal-hal yang harus dilakukan Engineer  dalam Proses Produksi BANGUNAN LEPAS PANTAI


Engineer

Kemampuan Marketing
Membuat informasi tentang rencana proyek dalam beberapa tahun mendatang, antara lain

  • Memilih beberapa proyek yang memungkinkan dan cocok untuk dikerjakan
  • Mencari beberapa perusahaan yang memunginkan untuk melakukan kerja sama
  • Membuat kerjasama strategis untuk setiap proyek plan
  • Pembuatan engineering konsep
  • Pembuatan proposal proyek

Proses Tender
Tender dibuat oleh panitia penyelenggara yang dibentuk oleh pimpinan royek sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku.

Berdasarkan sifatnya, tender dibedakan atas:
a. Tender terbuka – memungkinkan semua kontraktor yang memenuhi syarat untuk ikut dalam pelelangan. Pelelangan diumumkan lewat media massa
b. Tender tertutup – berlaku untuk ruang lingkup tertentu, misalnya proyek pemerintah. Kontraktor yang boleh ikut adalah kontraktor yang tercatat dalam daftar rekanan mampu (DRM) dan dinyatakan lulus dalam prakualifikasi yang diadakan.

Dalam industri bangunan lepas pantai, pemilik proyek adalah perusahaan yang memperoleh kontrak dari pemberi tugas (owner). 

Proses tender terdiri dari beberapa tahapan yaitu:
a. Prakualifikasi
b. Penyampaian proposal
c. Penyusunan proposal tender
d. Proses evaluasi tender oleh owner
e. Pertemuan klarifikasi
f.  Pre award meeting
g. Pemenang tender yang diawali dengan kick off meeting

Perekrutan
Untuk menentukan dan merekrut orang yang akan terlibat dalam proyek tersebut. Proses perekrutan disesuaikan dengan sumber daya yang ada pada perusahaan sehingga dapat mendukung pelaksanaan proyek. Umumnya perekrutan memperhatikan dua hal yaitu:
a. Local content (kandungan lokal) – calon karyawan yang berdomisili disekitar pabrik/proyek.
b. Kandungan luar – calon karyawan dari luar dan biasanya merupakan tanaga ahli tergantung dari tugas yang akan dikerjakan.

Detail Konsep Engineering
Merupakan tugas dari bagian engineering perusahaan. Jika owner menggunakan konsultan dalam proses desain, maka tugas bagian engineering adalah memeriksa dan melengkapi desain sesuai dengan kondisi yang ada.

Tugas dalam detail konsep engineering umumnya terdiri dari:
a. Pembuatan gambar desain struktur
b. Pembuatan prosedur untuk fabrikasi
c. Pembagian kerja

A. Pembuatan gambar desain struktur
Merupakan tahap pemasukan data yang ada untuk digunakan dalam proses perhitungan sehingga menghasilkan suatukonsep engineering proyek tersebut dan dengan bantuan komputer dan peralatan gambar dapat dibuat desain struktur bangunan lepas pantai tersebut.

B. Pembuatan prosedur untuk fabrikasi
Prosedur yang dibuat harus disesuaikan dengan kondisi dan fasilitas yang ada diperusahaan tersebut sehingga dapat menjadi kontrol bagian fabrikasi dalam menjalankan tugasnya.

Prosedur yang biasa dibuat pada bagian engineering adalah:
a. Prosedur pembuatan jacket – merupakan tahapan assembly dari jacket yang dimulai dari pembuatan bagian tertentu seperti mudmat, panel, leg dan boat landing yang kemudian di erection menjadi sebuah jacket.
b. Prosedur pembuatan deck – merupakan tahapan pembuatan deck yang terdiri dari bagian-bagian deck seperti sump deck, lower deck mezzanine deck dan upper deck
c. Prosedur pembuatan template – berupa gambar rencana pemotongan pipa, pelat, profil dan sebagainya yang akan digunakan bagian fabrikasi di lapangan
d. Prosedur instalasi – menjelaskan bagaimana proses instalasi struktur di lapangan.

C. Pembagian kerja
Pembagian kerja orang dibuat sesuai dengan tahap kerja yang ada (WBS). Pemilihan organisasinya disesuaikan dengan kebutuhan proyek Umumnya terdiri dari:
a. Yard manager – penanggung jawab utama dalam pelaksanaan proyek konstruksi.
b. Departemen production engineering – bertanggung jawab mempersiapkan pelaksanaan proyek dilapangan sesuai dengan kontrak dan prosedur serta standar kualitas yang telah ditetapkan. Didalam departemen ini terdapat: 

- Ponstruction engineering section yang bertanggung jawab dalam memastikan ketepatan gambar detail untuk fabrikasi, mempersiapkan shop drawing construction, mempersiapkan prosedur dan mempersiapkan dossier untuk keperluan precommissioning.

- Production cost control yang bertanggung jawab dalam mempersiapkan cost control dan budgeting, mengontrol penggunaan alat dan barang mempersiapkan lapoan bulanan pelaksanaan kerja.

- Planning and scheduling yang bertanggung jawab dalam mempersiapkan penjadwalan pekerjaan konstruksi, mempersiapkan laporan mingguan proyek, memonitor dan mengevaluasi suatu progress.

- Material control yang bertanggung jawab dalam memastikan persediaan material/peralatan yang terdapat dalam jadwal perencanaan, mempersiapkan laporan penggunaan material, memonitor dan mengontrol keperluan material untuk fabrikasi.

c. Departemen fabrikasi – bertanggung jawab dalam pelaksanaan proyek dan memastikan terpenuhinya seluruh pekerjaan proyek berdasarkan schedule dan permintaan kontrak. 
Jenis pekerjaannya adalah:
- memastikan perawatan dan penyediaan peralatan kerja
- memastikan adanya koordinasi dan efektifitas penggunaan sumber daya manusia
- memonitor progress sesuai jadwal
- memastikan bahwa setiap metode fabrikasi dilaksanakan sesuai dengan jumlah jam kerja dan penggunaan material serta peralatan lainnya
- memastikan adanya standar keselamatan untuk pengerjaan setiap proses fabrikasi

d. Departemen quality control – bertanggung jawab atas kualitas pekerjaan fabrikasi dan konstruksi lainnya sesuai kontrak dan mengikuti prosedur pengontrolan kualitas yang standar. Tugas dan tanggung jawab departemen ini adalah:
- mengontrol ketepatan pekerjaan fabrikasi sesuai desain
- mengontrol metode fabrikasi agar sesuai dengan prosedur yang ditentukan
- mengontrol material dan peralatan yang digunakan agar sesuai dengan kualitas yang inginkan
- menyiapkan dokumen kontrol
- menyiapkan dan mengumpulkan data manufaktur

e. Departemen personalia dan general affairs – bertanggung jawab mengurusi masalah karyawan baik absesnsi, pembayaran karyawan serta menangani masalah akomodasi dan konsumsi bagi karyawan perusahaan.

f. Warehouse – bertanggung jawab mengatur penyimpanan material dan peralatan proyek yang akan digunakan. Tanggung jawab sepenuhnya adalah:
- melaksanakan penyimpanan material dan peralatan
- mengawasi dan mencatat keluat masuknya material
- menyiapkan laporan ketersediaan stok material
- menyiapkan permintaan material khusus untuk disimpan.

Procurement

Terdiri dari dua komponen yaitu:
1. Peralatan – untuk menunjang kerja. Sistem pengadaan peralatan terbagi dua yaitu:
- peralatan yang diadakan dengan sistem sewa
- peralatan yang dimiliki sendiri
2. Material (bahan baku) - harus sesuai dengan kesepakatan kontrak dan kebutuhan proyek. Pengadaan material memperhitungkan waktu pemakaian, waktu pemesanan, waktu pengankutan dan keadaan keuangan. Jadwal pengadaan material harus diatur sedemikian sehingga tidak terjadi penumpukan material yang tidak perlu atau terjadi keterlambatan pengadaan material.

1 comments:

  1. Terima kasih ya gan atas artikelnya, thanks for sharing :) inspiratif..!!!

    ReplyDelete

 
Top